Pakcik Sept

Sumpah Pemuda 2025: Tiga Sumpah Baru di Tanah Air Digital

Oleh: Nurris Septa Pratama, MM. (Dosen Muda Universitas Wira Buana)

Untuk Mahasiswa dan BEM Universitas Wira Buana


Setiap 28 Oktober, kita tidak sedang bernostalgia. Kita sedang mengkalibrasi ulang kompas moral bangsa. Hampir seabad yang lalu, di tahun 1928, para pemuda menundukkan ego kedaerahan mereka untuk mengikrarkan sebuah sumpah yang melahirkan sebuah bangsa.

Hari ini, di tahun 2025, sumpah itu menggema kembali. Namun, ia tidak lagi diucapkan di ruang rapat yang senyap; ia diuji di ruang-ruang siber yang riuh, di tengah persimpangan tren global, dan di bawah tatapan jutaan layar gawai.

Sebagai seorang dosen muda yang membersamai rekan-rekan BEM Universitas Wira Buana, saya melihat peran saya bukan sekadar pengajar. Saya adalah penjaga api. Saya adalah jembatan-penerus semangat para pahlawan yang telah memberi kita kemewahan untuk berdebat di ruang ber-AC, sekaligus rekan seperjuangan bagi Anda, generasi yang akan menentukan arah masa depan.

Perjuangan kita hari ini telah bergeser. Musuh kita bukan lagi tentara kolonial dengan senapan terkokang. Musuh kita jauh lebih subtil: ia adalah apatisme, disinformasi, dan krisis identitas.

Maka, di hari yang bersejarah ini, saya mengajak kita semua untuk tidak hanya mengingat Sumpah Pemuda, tetapi memaknainya kembali dalam tiga ikrar baru:

  • Sumpah Pertama: Satu Nusa, Satu Tanah Air Digital

Dulu, Satu Nusa adalah sumpah untuk menyatukan ribuan pulau dalam satu kedaulatan fisik. Hari ini, “Nusa” kita telah meluas. Kita semua adalah penghuni sebuah Tanah Air Digital.

Namun, tanah air ini sedang terkoyak. Ia dicabik-cabik oleh hoaks, difragmentasi oleh algoritma yang mengurung kita dalam echo chambers (ruang gema) kebencian, dan diracuni oleh polarisasi politik.

Maka, Sumpah “Satu Nusa” kita hari ini adalah sumpah untuk merawat persatuan di dunia maya. Ini adalah sumpah untuk menjadi ksatria literasi digital. Sumpah untuk memverifikasi sebelum membagi, untuk berdiskusi bukan menghujat, dan untuk menggunakan teknologi sebagai alat pemersatu, bukan pemecah belah.

  • Sumpah Kedua: Satu Bangsa, Satu Identitas di Arus Global

Dulu, Satu Bangsa adalah komitmen heroik untuk meleburkan “Jong Java,” “Jong Sumatranen,” dan “Jong Ambon” menjadi satu identitas agung: Indonesia.

Hari ini, tantangan “Satu Bangsa” adalah bagaimana agar identitas itu tidak tergerus. Kita dihadapkan pada tsunami budaya global yang menyeragamkan. Begitu mudahnya bagi kita untuk lebih fasih meniru tren asing daripada memahami filosofi lokal kita sendiri.

” sumpah itu menggema kembali. Namun, ia tidak lagi diucapkan di ruang rapat yang senyap; ia diuji di ruang-ruang siber yang riuh, di tengah persimpangan tren global, dan di bawah tatapan jutaan layar gawai”.

Maka, Sumpah “Satu Bangsa” kita adalah sumpah untuk merawat jati diri. Ini adalah komitmen untuk bangga menjadi Indonesia, bukan karena kita anti-asing, tetapi karena kita tahu kekayaan budaya kita adalah kekuatan. Ini adalah sumpah untuk mengkurasi, bukan sekadar meniru.

  • Sumpah Ketiga: Satu Bahasa, Satu Bahasa Karya Nyata

Dulu, Satu Bahasa (Bahasa Indonesia) adalah alat perjuangan yang jenius. Ia adalah bahasa egaliter yang memungkinkan pemuda Aceh berdiskusi setara dengan pemuda Papua.

Hari ini, kita terjebak dalam “Bahasa Keriuhan.” Kita berkomunikasi dalam like, share, dan engagement semu. Kita sibuk “terlihat” bekerja, namun lupa cara “benar-benar” bekerja.

Maka, Sumpah “Satu Bahasa” kita hari ini adalah sumpah untuk menjunjung tinggi Bahasa Karya. Bahasa yang melampaui kata-kata. Bahasa yang terwujud dalam aksi nyata, dalam proyek kolaboratif, dalam advokasi yang berdampak, dan dalam solusi atas masalah-masalah di sekitar kita. Bangsa ini tidak butuh lebih banyak keriuhan; bangsa ini butuh lebih banyak karya.

Panggilan untuk BEM Universitas Wira Buana

Kepada rekan-rekan BEM Universitas Wira Buana, tiga sumpah baru ini adalah panggilan kita.

Saya menyerukan, untuk terus belajar dan berproses. Jadikan setiap tantangan zaman ini sebagai api penempaan diri.

Saya mengajak Anda untuk aktif memproduksi konten yang positif. Gunakan Tanah Air Digital kita untuk memperkuat Identitas Bangsa kita Jadilah antitesis dari perpecahan; jadilah produsen harapan.

Dan yang terpenting, saya mengajak kita untuk berkarya hingga bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Karena itulah esensi sejati dari Bahasa Karya.

Sumpah Pemuda 1928 telah melahirkan satu negara. Sumpah Pemuda 2025 yang kita ikrarkan dalam hati dan karya kita hari ini, akan menentukan arah peradaban negara ini.

Teruslah menyala, Pemuda-Pemudi Wira Buana!

Section Title

Sumpah Pemuda 2025: Tiga Sumpah Baru di Tanah Air Digital

Oleh: Nurris Septa Pratama, MM. (Dosen Muda Universitas Wira Buana) Untuk Mahasiswa dan BEM…

Peran Tokoh Agama, Adat, dan Masyarakat dalam Suksesnya Pemilu 2024

Peran Tokoh Agama/ Adat/ Masyarakat sangat strategis ikut terlibat dalam proses Pemilu dengan ikut…

Spirit Kaum Muda untuk Majukan Indonesia

“Beri Aku 1.000 tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya…

Evaluasi Manajemen Pilkada Kota Metro Di Era Pandemi Covid-19

EVALUASI MANAJEMEN PILKADA KOTA METRO DI ERA PANDEMI COVID-19 Oleh: Nurris Septa Pratama, Bambang…

P5 Kurikulum Merdeka dalam Semangat Demokrasi

Demokrasi yang dipahami yakni, berasal dari bahasa Yunani yang meliputi kata “demos” yaitu rakyat…

Pengaruh Bauran Pemasaran Politik Terhadap Keputusan Memilih Pada Pilkada Kota Metro 2020

PENGARUH BAURAN PEMASARAN POLITIK TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH PADA PILKADA KOTA METRO 2020 Nurris…

Peran Pemuda dalam menyongsong Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

“Beri Aku 1.000 tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya…

Pilkada Metro, Untuk Siapa?

Tahun 2020 akan dilaksanakan pesta demokrasi serentak, sesuai keputusan bersama dijadwalkan pada 9…

Menyongsong Pilkada Sehat dan Berkualitas

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 semakin dekat. Pesta demokrasi tersebut…

Section Title

Sumpah Pemuda 2025: Tiga Sumpah Baru di Tanah Air Digital

Oleh: Nurris Septa Pratama, MM. (Dosen Muda Universitas Wira Buana) Untuk Mahasiswa dan BEM…

Peran Tokoh Agama, Adat, dan Masyarakat dalam Suksesnya Pemilu 2024

Peran Tokoh Agama/ Adat/ Masyarakat sangat strategis ikut terlibat dalam proses Pemilu dengan ikut…

Spirit Kaum Muda untuk Majukan Indonesia

“Beri Aku 1.000 tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya…

Evaluasi Manajemen Pilkada Kota Metro Di Era Pandemi Covid-19

EVALUASI MANAJEMEN PILKADA KOTA METRO DI ERA PANDEMI COVID-19 Oleh: Nurris Septa Pratama, Bambang…

P5 Kurikulum Merdeka dalam Semangat Demokrasi

Demokrasi yang dipahami yakni, berasal dari bahasa Yunani yang meliputi kata “demos” yaitu rakyat…

Pengaruh Bauran Pemasaran Politik Terhadap Keputusan Memilih Pada Pilkada Kota Metro 2020

PENGARUH BAURAN PEMASARAN POLITIK TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH PADA PILKADA KOTA METRO 2020 Nurris…

Peran Pemuda dalam menyongsong Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

“Beri Aku 1.000 tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya…

Pilkada Metro, Untuk Siapa?

Tahun 2020 akan dilaksanakan pesta demokrasi serentak, sesuai keputusan bersama dijadwalkan pada 9…

Menyongsong Pilkada Sehat dan Berkualitas

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 semakin dekat. Pesta demokrasi tersebut…

Section Title

Sumpah Pemuda 2025: Tiga Sumpah Baru di Tanah Air Digital

Oleh: Nurris Septa Pratama, MM. (Dosen Muda Universitas Wira Buana) Untuk Mahasiswa dan BEM…

Peran Tokoh Agama, Adat, dan Masyarakat dalam Suksesnya Pemilu 2024

Peran Tokoh Agama/ Adat/ Masyarakat sangat strategis ikut terlibat dalam proses Pemilu dengan ikut…

Spirit Kaum Muda untuk Majukan Indonesia

“Beri Aku 1.000 tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya…

Evaluasi Manajemen Pilkada Kota Metro Di Era Pandemi Covid-19

EVALUASI MANAJEMEN PILKADA KOTA METRO DI ERA PANDEMI COVID-19 Oleh: Nurris Septa Pratama, Bambang…

P5 Kurikulum Merdeka dalam Semangat Demokrasi

Demokrasi yang dipahami yakni, berasal dari bahasa Yunani yang meliputi kata “demos” yaitu rakyat…

Pengaruh Bauran Pemasaran Politik Terhadap Keputusan Memilih Pada Pilkada Kota Metro 2020

PENGARUH BAURAN PEMASARAN POLITIK TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH PADA PILKADA KOTA METRO 2020 Nurris…

Peran Pemuda dalam menyongsong Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

“Beri Aku 1.000 tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya…

Pilkada Metro, Untuk Siapa?

Tahun 2020 akan dilaksanakan pesta demokrasi serentak, sesuai keputusan bersama dijadwalkan pada 9…

Menyongsong Pilkada Sehat dan Berkualitas

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 semakin dekat. Pesta demokrasi tersebut…

Selamat Hari Sumpah Pemuda 2025

Leave a Comment